Wednesday, May 6, 2015

Tempat Yang Layak Ketika Mereka Sadar !!

      Pagi ketika dunia mulai tersenyum, siang ketika dunia mulai bersemangat, senja ketika dunia merasa malu, malam ketika dunia merasa rindu. Tak terasa waktu pun mengikat setiap gerakan ketika dunia ingin melihat lebih dari apa yang telah mereka diinginkan. Perlahan lelaki tua mulai memasuki ruangan yang dipenuhi asap nikotin yang terbakar, mulai memungut satu persatu puntung rokok yang bahkan mereka menginginkan tempat yang lebih layak. 

      Seorang pria tegap berpakaian jas lengkap menghampiri lelaki tua yang usianya 2x usia pria ini. "Hei pak tua, sudahkah engkau melihat setiap sudut ruangan ini ?", pria ini mengahampiri meja dan mulai menarik kursi yang letaknya tepat dibawah meja tempat duduknya, "lalu apakah menurutmu mereka layak mendapatkan tempat yang sebebas dan setenang yang selama ini kau harapkan ?", lelaki tua ini dengan mata tenangnya mulai menatap malu seorang pria yang duduk dan mulai mengangkat kakinya ke atas meja, "siapa yang kau maksud nak ?, apakah engkau sudah bosan dengan kehidupan yang menurutmu sudah mulai sesak dengan derita ini ?", sedikit senyuman pahit terlihat dari bibir pria yang sejak tadi menggerak-gerakkan kakinya di atas meja "Sudahlah pak tua, aku berhak menentukan apakah dunia ini mulai sesak dengan derita yang kau katakan. Aku sejak tadi sadar jika ternyata masih ada yang perduli dengan memberikan tempat yang lebih nyaman daripada apa yang selama ini aku tinggali dan pantas untuk me...", "sudahlah nak", sela si pak tua itu dengan senyuman manis dengan garis-garis wajah yang menandakan sisa-sisa perjuanganya sewaktu masih muda, "Aku hanya menantikan mereka di tempat yang layak untuk ditinggali, bukan memberikan mereka kebebasan seperti yang diberikan orang-orang kepada mereka", si pria ini mengentikan permainan kakinya yang mulai membuat meja merasa tidak nyaman di tempatnya, "Apakah kau melihat jika mereka yang merasa terusik perlahan mulai memberikan sebuah balasan yang walaupun sangat kecil nilainya tapi jika lama-kelamaan kau juga akan mengikuti arus yang seharusnya", "biarkanlah mereka pak tua", dengan nada tegasnya si pria ini menghampiri orang tua itu dan ikut berjongkok disampinya. "Aku hanya memberikan sedikit contoh jika itulah yang seharusnya dilakukan oleh mereka yang merasa kehidupan mereka tidak nyaman, masalah akan terbawanya aku ke arus yang mereka bawa bukan masalah yang terlalu besar bagiku. Lalu jika aku bertanya kepadamu, apakah kau tau apa yang sebenarnya mereka inginkan ?" , si pria ini kemudian mulai menyalakan rokok dan kemudian pergi.


No comments:

Post a Comment